Senin, 13 Maret 2017

                        Usaha Penangkaran Ayam Bekisar Klasik dan Ayam Bekisar Modern
                                                     Berbasis Artificial Insemination 

1. Karakteristik Keunikan Produk Barang dan Jasa Layanan. 
           Di Indonesia akhir-akhir ini diramaikan dengan unggas hias, mulai dari burung sampai ayam. Diantaranya adalah ayam ketawa yang berasal dari Sulawesi dan ayam serama dari negeri jiran Malaysia. Namun boomingnya ayam hias tersebut tidak berlangsung lama, karena ayam tersebut mudah dibudidayakan oleh setiap orang sehingga harganya dapat turun secara drastis dikala produksi melimpah. Berbeda dengan ayam bekisar yang tidak bisa dikawinkan antar sesama bekisar karena ayam bekisar betina steril atau mandul. Hal tersebut merupakan kelebihan bekisar dari pada ayam hias lain yang dapat diproduksi masal oleh setiap orang, sehingga harga ayam bekisar selalu stabil. Ayam bekisar merupakan ayam hias khas Jawa Timur yang memiliki warna dan suara yang merdu. Ayam bekisar merupakan hasil dari persilangan ayam hutan hijau (Gallus varius) jantan dengan ayam kampung (Gallus domesticus) betina. Permintaan ayam bekisar semakin meningkat. Sementara itu , populasi ayam hutan hijau (Gallus varius) semakin berkurang akibat banyak ditangkap masyarakat baik untuk konsumsi, dipelihara sebagai hewan kesayangan ataupun dikomersialkan. Oleh sebab itu, perlu melestarikan ayam hutan hijau sebagai parent stock bekisar dan ayam bekisar yang merupakan maskot dari Jawa Timur. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan dan meningkatkan populasi ayam hutan hijau  adalah melalui teknologi kawin suntik. Kawin suntik unggas merupakan alternatif yang paling tepat yang dapat diharapkan untuk mengatasi kesulitan dalam upaya pelestarian unggas liar tersebut, manfaat lain dari teknik kawin suntik unggas ini diantaranya dapat memprakarsai pemurnian galur Gallus varius, bisa juga untuk meningkatkan populasi dan mempercepat produksi ayam bekisar yang berkualitas. Sebuah trobosan melestarikan plasma nutfah domestik dengan teknologi tepat guna yaitu inseminasi buatan. Selain itu juga akan berinovasi dengan menciptakan bekisar modern. Sehingga dengan ini diharapkan ayam bekisar dapat dikenal sampai dunia internasional sebagai ayam hias khas dari Indonesia, khususnya Jawa Timur.  

2. Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk Barang dan Jasa Layanan 
           Usaha ternak ayam Bekisar mempunyai peluang yang baik dari sisi pemasaran di dalam negeri bahkan peminat dari luar negeri seperti Malaysia. Pasar ayam Bekisar di dalam negeri cukup besar dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat yang kemungkinan akan banyak memunculkan penggemar-penggemar Bekisar baru. Di sisi lain dengan adanya penyelenggaraan kontes atau festival ayam Bekisar yang di beberapa daerah telah diselenggarakan secara reguler, di mana ayam Bekisar yang telah memenangkan kontes dengan sendirinya akan meningkat nilai jualnya. Melihat kelebihan yang dimiliki ayam Bekisar yaitu kemerduan/keunikan suara kokoknya dan keindahan bulu yang dimilikinya maka jenis ayam ini dapat dijadikan sebagai bagian dari daya tarik fauna bagi turis asing. Dengan promosi yang baik maka peluang bagi ayam Bekisar untuk diekspor sebagai komoditas khas Indonesia menjadi cukup terbuka. 

3. Aspek Mekanisme Produksi Barang dan Jasa Layanan 
a. Tahap Persiapan Produksi
         Sebelum masuk ke tahap produksi, terdapat beberapa persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk menciptakan sistem produksi yang efisien, selain itu agar ayam yang dipelihara dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga dapat berproduksi secara optimal. Persiapan persiapan tersebut antara lain:
1.Persiapan tempat pemeliharaan ayam.
          Dilakukan pembersihan lokasi kandang ayam agar ayam merasa nyaman sehingga dapar  
   berproduksi secara maksimal. 
2.Pembelian peralatan pendukung produksi
          Dilakukan pembelian alat-alat yang akan digunakan sebagai penunjang terlaksananya kegiatan 
   usaha seperti kandang, perlengkapan inseminasi buatan, perlengkapan kandang, mesin tetas, pakan, 
   dll. 
3.Perancangan sistem produksi
           Dilakukan perancangan sistem produksi dengan pembuatan jadwal
   produksi, perancangan tata letak kandang, dan tata cara pemasaran. 
4. Pembelian ayam
           Dilakukan pembelian ayam setelah semua perlengkapan siap. 

b. Tahap Produksi
1. Proses penampungan sperma dan inseminasi buatan 
       Proses penampungan sperma dilakukan dengan cara memancing libido ayam hutan jantan dengan ayam hutan betina, setelah ayam hutan jantan menaiki ayam hutan betina dan mau melakukan perkawinan kita tampung spermanya menggunakan tabung reaksi hangat. Setelah melakukan penampungan sperma, selanjutnya sperma diencerkan dan diinseminasikan ke ayam betina yang siap maupun sedang dalam masa bertelur. Proses inseminasi dilakukan dengan cara mengurut punggung dan abdomen ayam betina hingga saluran reproduksinya menyembul keluar dan diinseminasi. 
2. Proses pengumpulan telur dan penetasan telur
         Untuk mempermudah proses pengumpulan telur, digunakan kandang batteray untuk induk betina sehingga telur akan terkumpul di tepi kandang batteray. Telur dikumpulkan selama seminggu kemudian dimasukkan ke mesin tetas untuk ditetaskan. Agar penetasan dapat berlangsung secara berkelanjutan digunakan 4 mesin tetas, sehingga dapat digunakan secara bergilir.
3. Proses pemeliharaan dan penampungan sementara DOC
            Setelah telur menetas, maka DOC ditampung sementara sampai kondisi yang memungkinkan untuk dijual. Penampungan sementara DOC menggunakan kandang khusus DOC yang dillengkapi dengan pemanas sehingga DOC tidak kedinginan. 

c. Tahap Pemasaran
             Pemasaran dilakukan dengan cara memposting DOC pada situs jual-beli dan grub jual-beli di jejaring sosial. Untuk melayani pembelian kami menggunakan sistem COD dan kirim. Setiap kali telur menetas, kami akan menyisihkan 1-2 DOC terbaik yang akan kami gunakan sebagai maskot dari penangkaran kami agar penangkaran kami lebih terpercaya dalam hal kemampuan memproduksi bekisar yang bagus.  

d. Tahap Evaluasi Kegiatan
           Evaluasi kegiatan mencakup tiga aspek target evaluasi, yaitu sistem produksi, produk yang dihasilkan, dan pemasaran. Evaluasi pada sistemnproduksi bertujuan untuk menciptakan system produksi yang paling efektif dan efisien, dilakukan pada setiap minggu. Evaluasi produk dilakukan
untuk menghasilkan ayam bekisar yang berkualitas baik, dilakukan setiap ayam menetas dan dengan cara menyeleksi induk ayam kampong. Evaluasi pemasaran dilakukan untuk mengetahuitercapai tidaknya target-target penjualan agar usaha ini sesuai dengan BEP yang telah dicanangkan. Evaluasi pemasaran dilakukan setiap dua minggu sekali setelah pemasaran pertama kali dilakukan.

4. Rencana Pemasaran Pasar Produk Barang dan Jasa Layanan 
        Kegiatan usaha penangkaran ayam bekisar ini akan dilakukan dalam skala Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan sasaran pemasaran seluruh pecinta ayam hias yang ada di Indonesia, para instansi pemerintahan, masyarakat penghobi, mahasiswa serta dosen. Pemasaran produk ayam bekisar ini hampir seluruh daerah di Indonesia merata untuk memliharanya. Harga jual anakan bekisar dihargai 50.000/ekor. Usaha ini merupakan usaha awal dan mencoba merintis menjadi usaha yang lebih besar baik dari segi produksi maupun pemasaran. Untuk mempercepat produksi ayam bekisar, maka dengan cara memanfaatkan teknologi inseminasi buatan agar penggunaan sperma pejantan efisien dan kami menggunakan mesin tetas untuk meningkatkan produksi telur dan DOC. Selain itu juga ada upaya melestarikan ayam hutan hijau pure breed sebagai parent stock untuk menciptakan ayam bekisar, sehingga tidak bergantung pada alam untuk mendapatkan ayam hutan hijau dan dapat mengurangi perburuan ayam hutan hijau di alam. 

5. Rencana Anggaran dan Laporan Modal Investasi 
a. Investasi 
1. Kandang  2@300.000 Usia Ekonomis(UE) 5 th) = Rp.    600.000
2. Peralatan IB UE 1 th     = Rp.      25.000
3. Mesin tetas 4 buah@200.000 (UE 2 th)  = Rp.    800.000
4. Ayam hutan jantan 2 ekor@1.950.000 (UE 5 th) = Rp. 3.900.000
5. Ayam kampung betina 10 ekor@80.000(UE 2 th) = Rp.    800.000
6. Sewa kandang 1 th     = Rp.    850.000
7. Ayam hutan betina 2 ekor@100000(UE 3 th) = Rp.    200.000  
Jumlah  = Rp. 7.175.000

b. Biaya Tetap (Fixed Cost)
1. Kandang (600.000: 5: 12)    = Rp.      10.000
2. Peralatan IB (25.000:12)    = Rp.        2.083
3. Mesin tetas 4 buah (800.000: 2: 12)   = Rp.       33.333
4. Ayam hutan jantan 2 ekor (3.900.000: 5: 12) = Rp.      65.000
5. Ayam kampung  10 ekor(800.000: 2: 12)  = Rp.      33.333
6. Sewa kandang (850.000:12)    = Rp.      70.833
7. Ayam hutan betina 2 ekor (200.000: 3: 12)  = Rp.        5.555 
Jumlah  = Rp.    220.138

c. Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)
1. Pakan ayam kampung 45 kg@Rp. 4.000  = Rp.   180.000
2. Beras merah 10 kg @Rp. 9.000   = Rp.     90.000
3. Jagung kecil 10 kg @ Rp. 4.500   = Rp.     45.000
4. Biaya listrik 2 bulan @ Rp. 25.000   = Rp.     50.000
5. Jangkrik untuk 2 bulan     = Rp.     40.000
6. AlKohol 70% 1 liter @ Rp. 15.000   = Rp.     15.000
7. Bahan  fumigasi mesin tetas  KMn04  = Rp.   100.000
8. Kardus 50 buah @ Rp. 1.000   = Rp.     50.000
9. Pakan DOC 5 kg @ Rp. 7.000   = Rp.     35.000
10. Vitamin, vaksin, dan obat-obatan   = Rp.   100.000 
11. NaCl fisiologis      = Rp.     50.000
Jumlah  = Rp.   730.000

d. Biaya Produksi
= Variable Cost + Fixed Cost 
= Rp. 730.000+ Rp. 220.138
= Rp. 950.138
 
e. Hasil Usaha
= (Jumlah Produksi 1 bulan) x Harga Jual
= ((30 x 11:2) x 70%) x Rp. 50.000
= Rp. 5.775.000
 
f. Keuntungan
= Hasil Usaha – Biaya Produksi
= Rp. 5.775.000 - Rp. 950.138
= Rp. 4.824.861 

g. Jangka Waktu Pengembalian Modal
= (investasi + Biaya Produksi): Keuntungan x Lama Produksi
= (Rp. 7.175.000 + Rp. 950.138) : Rp. 4.824.861 x1 bulan
= Rp. 1,64 bulan
Artinya modal akan kembali setelah produksi selama 2,2 bulan 

h. R/C
= Hasil Usaha : Biaya Produksi
= Rp. 5.775.000 : Rp. 950.138
= Rp. 6,08
Artinya, setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan untuk produksi
menghasilkan penerimaan kotor sebesar 6,08  rupiah. 

i. Benefit Cost Ratio
= Keuntungan : Biaya Produksi
= Rp. 4.824.861: Rp. 950.138
= Rp. 5,08
Artinya, setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan untuk produksi
menghasilkan penerimaan bersih sebesar 5,08 rupiah. 

j. Break Event Point
= Biaya Tetap : (1 - (Biaya Variable: Hasil Usaha)
= Rp. 220.138: (1- (Rp. 730.000 : Rp. 5.775.000))
= Rp. 251.992 
Artinya usaha penangkaran ayam bekisar tidak untung dan tidak rugi
(impas) saat dihasilkan pendapatan sebesar Rp. 251.992 setiap kali
produksi selama 1 bulan 


YUMMY (Yoghurt Creamy)

1.      Karakteristik Keunikan Produk Barang dan Jasa Layanan
Yoghurt adalah produk hasil fermentasi susu yang dibantu oleh bakteri Lactobaccilus bulgaricus atau Streptococcus thermophilus yang mempunyai cita rasa asam. Yoghurt memiliki tekstur antara kental dan semi padat serta memiliki aroma keasaman. Selain lebih tahan lama dari susu, yoghurt memiliki nilai gizi yang lebih tinggi daripada susu. Yoghurt sangat baik bagi tubuh manusia karena memiliki manfaat sebagai berikut :
·         Memacu pertumbuhan karena dapat meningkatkan pencernaan dan penyerapan zat – zat gizi
·         Dapat mengurangi atau membunuh bakteri jahat dalam saluran pencernaan
·         Dapat menormalkan kerja usus besar (mengatasi konstipasi dan diare)
·         Memiliki efek anti kanker
·         Dapat mengatasi masalah pada lactosa intorelance
·         Berperan dalam detoksifikasi dan mengatasi stress
·         Mengontrol kadar kolestrol dalam darah dan tekanan darah
Yoghurt yang kami produksi memiliki suatu keunikan yang berbeda dari yoghurt pada umumnya karena kami membuat yoghurt yang dikemas dengan cup. Pada bagian bawah kami menambahkan potongan buah, kemudian ditambahkan mutiara, lalu diberi yoghurt plan dan diatasnya kami tambahkan butter cream serta ditaburi dengan choco cip. Penyusunan tersebut ditujukan agar produk yang kami buat memiliki tampilan yang menarik sehingga menarik bagi pelanggan.
Pada produk ini, kami menyediakan layanan pesan antar sehingga dapat memudahkan pelanggan yang ingin mengkonsumsi yoghurt namun terkendala oleh jarak. Dan juga, pelanggan bisa memesan produk kami kapan pun dan dimana pun pelanggan berada. Kami juga menyediakan penjualan yoghurt secara online melalui media sosial.

2. Analisis Kompetinsi dan Peluang Pasar Produk Barang dan Jasa Layanan
Banyak dari sebagian masyarakat tidak menyukai susu disebabkan bau dan rasanya dibilang amis. Dalam hal ini perlu adanya sebuah inovasi dari susu supaya menghilangkan rasa amis tersebut, salah satunya yaitu yoghurt. Yoghurt merupakan salah satu olahan dari susu yang di buat secara fermentasi. Seperti produk yang kami buat ini merupakan modifikasi dari yoghurt yang tidak hanya memberikan manfaat untuk keseimbangan saluran pencernaan, menurunkan kolestrol, namun bisa dibuat asumsi penambah serat kasar yang dibutuhkan oleh tubuh kita, tidak hanya hal itu saja produk kami juga bisa memanjakan lidah bagi para pecinta kuliner. Sayangnya, produk kami tidak bisa bertahan lama sampai berhari hari dikarenakan dalam produk ini terdapat buah segar dan mutiara, dimana produk ini baik untuk sekali makan.
Dengan adanya modifikasi ini masyarakat akan semakin banyak mengkonsumsi yoghurt yang menyehatkan tubuh. Dari usaha yoghurt ini nantinya bisa  meliputi semua kalangan baik yang mempunyai penghasilan tinggi, sedang, ataupun rendah dari anak – anak sampai dewasa
Metode pemasaran produk  yang akan dilakukan kedepannya yaitu menjaga standar mutu produk serta menjaga kepercayaan dan pelayanan yang ramah pada konsumen, serta terus melakukan pengembangan inovasi dari yoghurt itu sendiri. Sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan akan lebih mempercepat perkembangan usaha kedepannya.





3. Mekanisme Produksi Barang dan Jasa
a. Susu segar Dipasteurisasi sampai suhu 700c
b. Dicolling shock hingga 400c
c. Pemberian bibit yogurt (3-5 % dari total susu yg di gunakan)
d. Disimpan dengan keadaan anaerob dan gelap selam 24 jam
e. Diperam dalam lemari es selama 24 jam
f.  Dipersiapkan pembuatan butter cream untuk toping pada yogurt
g. Dipotong dadu buah melon, nanas, dan semangka
h. Dikocok whip cream dan air dingin sampai mengembang 
i.  Dimasukkan dalam cup dengan urutan buah yang di potong dadu, mutiara, yoghurt, butter cream 
    dan choco chip di atasnya


Penjelasan pembuatan Yummy ( Yoghurt Cremy)
            Susu segar di panaskan hingga suhu mencapai 700C, kemudian dicooling shock hingga mencapai suhu 400C, kemudian ditambahkan starter 3-5% dari jumlah total susu yang digunakan, setelah itu disimpan dalam keadaan anaerob serta tanpa  cahaya, kemudian diperam di dalam lemari es selam 24 jam. Siapkan potongan buah, mutiara, butter cream, dan choco cip. Susun di dalam cup 90 ml  dengan urutan potongan buah, mutiara, yoghurt, butter cream dan choco cip, diatur semenarik mungkin sehingga produk yoghurt cremy kami siap dipasarkan  di outlet ataupun bekerjasama dengan toko – toko dan kantin – kantin sekolah maupun kantin – kantin fakultas Universitas Brawijaya serta menyediakan layanan pesan antar / delivery order.

4. Rencana Pemasaran Produk Yoghurt dan Jasa Layanannya
Yoghurt merupakan salah satu produk olahan susu murni selain itu yoghurt juga bermanfaat untuk kesehatan seperti halnya mengurangi kolestrol, mencegah diare dan masih banyak juga khasiatnya. Yoghurt juga cocok di konsumsi bagi anak anak maupun kalangan remaja, karena susu penting bagi kesehatan.
            Pemasaran produk yoghurt akan kami pasarkan di beberapa tempat yang strategis yang mudah di kunjungi pembeli, selain itu kami akan memasarkan di beberapa sekolahan dan toko toko yang ramai pengunjung dan kantin – kantin fakultas Universitas Brawijaya, kami juga akan memasarkan produk kami melalui media sosial agar lebih banyak konsumen yang mengerti. Selain itu kami menerima pesanan melalui media sosial maupun secara langsung agar bisa memudahkan konsumen menikmati produk kami.

5. Rencana Anggaran dan Laporan
     Biaya yang Ditujukan
          Tabel 1. Biaya yang Diajukan
No
Barang
Jumlah
Harga Satuan
Total
Usia Ekonomis
Biaya Tetap
1
Kulkas
1
1.300.000
1.300.000
3
1203,703704
2
Outlet
1
500.000
500.000
3
462,962963
3
Kompor
1
300.000
300.000
3
277,7777778
4
Ijin Usaha
1
100.000
100.000
1x ijin
-
5
Tabung Elpiji
1
80.000
80.000
2
111,1111111
6
Timbangan
1
65.000
65.000
1
180,5555556
7
Bascom
3
6000
18000
2
25
8
Pisau
1
5000
5000
2
6,944444444
9
Sendok
3
1000
3000
3
2,777777778
10
Mixer
1
300.000
300.000
3
277,7777778
11
Panci Pasteurisasi
1
500.000
500.000
1
1388,888889
12
Termometer
2
15.000
30000
1
83,33333333
13
Gelas Ukur
2
15.000
30000
1
83,33333333
14
Rumah Produksi
1
-
-
-
-

Total


3.231.000
3 tahun (Perkiraan)
4104,166667

Biaya Operasional
Biaya Tidak Tetap A
Tabel 2. Bahan – bahan untuk pembuatan 1 bulan (jika 1 bulan = 4 x produksi)
No
Bahan- Bahan
Total Berat
Harga Satuan
Total
1
Susu Murni
8 Liter
6000
48000
2
Starter Yoghurt
250 ml
35000
35000
3
Gula
2 kg
12000
24000
4
Pewarna Makanan
3 buah
2000
6000
5
Susu Kental Manis
8 buah
9000
72000
6
Whip Cream Bubuk
800 gr
23000/200 gr
92000
7
Tepung Es Krim
1/5 kg
5000
5000
8
Vanili
2 buah
2500
5000
9
Chocochip
5 ons
6000/ons
30000
10
Mutiara
4 bungkus
2000/ bungkus
8000
11
Melon
6 kg
7500/kg
30000
12
Semangka
4 kg
7000
14000
13
Nanas
4 buah
4000
16000
14
Gelas Pop Ice
8 Slop
10000/slop
80000
15
Sendok
8
4500/ bungkus
36000
16
Spet
2 buah
2500
5000
17
Tissue
1 Bungkus
6000
6000
18
Alkohol 70 %
1 Botol
8000
8000
19
Botol Spray
1 Botol
5000
5000
Total
525000

Biaya Tidak Tetap B
Tabel 3. Biaya tidak tetap yang dibutuhkan
No
Kebutuhan
Jumlah
Harga Satuan
Total Rp
1
Label
400
-
10.000
2
Listrik
-
-
100.000
3
Air
-
-
50.000
4
Gas
-
15.000
15.000
5
Tenaga Kerja
-
-
150.000
6
Transportasi
-
-
100.000



Total
Rp 425.000

Biaya tetap bulanan  = Rp 3.231.000 : 36
                                    = Rp 89.750
Biaya Variabel = Biaya Tidak Tetap A + Biaya Tidak Tetap B
                          = Rp 525.000 + Rp 425.000
  = Rp 950.000
Harga Pokok = Rp 1.039.750: 400
                                    = Rp 2.599,4
Untuk menghindari kerugian karena fluktuasi harga maka biasanya ditambahkan 10 – 20% pada biaya pengeluaran. Ditambah 20% apabila banyak bahan yang diperkirakan harganya naik turun drastis.
20% x Rp 1.039.750 = Rp 1.247.700
Harga Pokok menjadi = Rp 1.247.700 : 400
                                      = Rp 3.119.25
Total Penerimaan      = Harga jual x Total produk
                                    = Rp 3.200 x 400
                                    = Rp 1.280.000
Pendapatan    = Total penerimaan – Total pengeluaran
                        = Rp 1.280.000 – Rp1.039.750
                        = Rp 240.250/ Bulan
Break Event Point
A.    BEP Harga                = Total Biaya : Total Produksi
= Rp 1.039.750 : 400
= Rp 2.600


B.     BEP Produksi            = Total Biaya : Harga jual yang diinginkan
= Rp 1.039.750 : Rp 4000